Feb 28, 2015

KEDUDUKAN FILSAFAT DEWASA INI

Sebagian besar dalam sejarah filsafat selalu membahas problema dari situasi manusia sehari-hari; akan tetapi dalam beberapa dasa warsa terakhir ini, banyak ahli filsafat di Dunia Barat mengarahkan hampir seluruh perhatian mereka kepada sejarah filsafat atau pembahasan tentang istilah dan bahasa lalu dipakai untuk memaparkan fikiran-fikiran. Pengetahuan tentang istilah dan bentuk  serta pemakaian bahasa adalah penting, akan tetapi kita tidak boleh menggunakan pengkajian tentang “alat” (instrument) seperti logika, semantic, analisa linguistic, untuk mengganti penelitian tentang problema yang pokok, yakni problema filsafat yang abadi. Karena ahli filsafat sudah berpaling dari dunia, sementara filsafat itu sendiri melampaui realitas alam ide, maka dunia tidak lagi meminta pengarahan kepada filsafat dalam menghadapi problema-problema baru yang mendesak. Disinilah kadang filsafat mendapati dirinya terpojok dalam ruang yang tersendiri. Bahkan tidak sedikit yang menganggap filsafat membingungkan, bahkan kerap filsafat dianggap kerap membuat rumit ide-ide yang sederhana.

http://previews.123rf.com/images/-illustration--Stock-Vector.jpg



Pekerjaan (profesi) filsafat tidak selalu mempunyai arti yang sempit dan spesial seperti sekarang ini, dimana filsafat masih diusung pada tema-tema yang melangit dan tidak membumi. Filsafat pada zaman modern seharusnya diarahkan pada soal hidup dan mati; filsafat merupakan jiwa yang mencari keselamatan. Namun seringkali kenyataan yang ada berkata lain. Kini kesan yang ditampakkan bahwa pendorong untuk mempelajari filsafat bagi seorang mahasiswa yang berasal dari kultur timur adalah sangat berbeda dengan pandangan seorang mahasiswa yang datang dari kultur Barat. Mahasiswa yang datang dari kultur Timur mencari jawaban tentang dunia yang kalang kabut dimana ia hidup. Sebab banyak yang menjadi tidak puas mengenai konsepsi analitik dari filsafat. Mereka bertanya "Jika Filsafat yang berarti penjelasan (klarifikasi), apakah ia berhak menduduki tempat yang biasa dimilikinya dalam pendidikan liberal?" Pertanyaan tersebut mengandung arti: “Jika analisa kata-kata adalah satu-satunya tugas filsafat, maka filsafat akan bunuh diri.