Sep 14, 2009

FROM YOGYA WITH RAMADHAN STORY

Ada sesuatu yang terasa memberatkan hati ketika harus memulai lagi sebuah ritme kehidupan baru dengan adaptasi lingkungan yang baru pula. Dalam catatan ringan ini sengaja kutuangkan tentang bagaimana beratnya ketika harus rehat sejenak dengan kehidupan keluarga yang telah diakrabi bertahun-tahun dalam rangka untuk sekolah lagi. 
saat menjemput seorang kawan yang juga mau bergabung di Yogya
gambar diambil dibandara Adisucipto

Dan biarkanlah gambar yang bicara ketika memulai dengan lingkungan dan suasana yang baru untuk sekedar mengapresiasi betapa hidup dengan lingkungan yang baru ini selalu tidak mudah ketika baru saja akan dimulai. Menjadi berat dan sedikit menyesakkan dada ketika harus berpisah dengan keluarga disaat bulan ramadhan.
saat sahuran diwarung makan setelah tiba di Yogya
meski dengan menu maupun dengan keadaan yang seadanya.

Pada saat seperti ini biasanya menjadi moment yang termesra dalam keluarga ketika bulan puasa, dimana hampir semua keluarga akan berkumpul dan menunaikan ibadah puasa bersama. Namun berbeda dengan sebagian orang lainnya, pada moment seperti ini justru mereka harus berpisah sejenak dengan keluarga. Sebab awal perkuliahan dalam semester baru sudah harus dimulai bertetapata dengan awalnya bulan puasa.
pagi hari pertama di Monjali, Karangjati siap-siap untuk daftar ulang

Teringat seorang rekan yang harus meninggalkan keluarganya disaat seminggu sebelum lebaran, sebab sudah harus mendaftar ulang untuk menyatakan kesediaan sekolah disaat waktu-waktu yang terasa tidak tepat. Dan betapa berat rekan tersebut ketika harus meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil disaat suasana gembira dalam menyambut hari raya lebaran.
mulai menata kamar dan perabotannya setelah mendapat
Kontrakan Di Jl Kaliurang-KarangWuni

Inilah yang kemudian menjadi patokan sebagian teman-teman yang juga harus meninggalkan keluarga disaat waktu yang sama pula. Periode tahun ajaran 2009/2010 kami berdelapan mendapat kesempatan untuk menempuh studi di yogya dengan rincian 7 orang mahasisw a menepuh jenjang master dan seorang doktor.
mulai menyusuri jalan-jalan di Yogya dengan berjalan kaki

Namun yang akan diuraikan dalam catatan ringan ini lebih pada upaya untuk beradaptasi dengan lingkungan baru disaat-saat waktu yang serasa kurang pas pada saat akan mulai kuliah pada semester baru.
menanti buka puasa ditengah jantung kota Jogya

Dan selanjutnya interpretasi gambarlah yang akan menceritkan saat-saat awal kami tiba di Yogya dan memulai dengan kesibukan-kesibukan yang baru.  

akhirnya buka juga dijalan walau sekedar dengan menghilangkan dahaga


Sesi lain ketika di FIB UGM


sesi lain ketika berbuka di kontrakan, lihat menunya..mesti sabar..